SDN Patereman 01

Foto Bersama Kepala Sekolah SDN Patereman 01

Posyandu Patereman

Kegiatan Mahasiswa KKN Kelompok 16 di Posyandu Patereman

Posyandu Patereman

Kegiatan Aktif Posyandu

Posyandu Patereman

Foto Bersama dengan Dokter Posyandu Patereman

SMK Al-Khatibiyah

Program Kerja Pembuatan Game ke Siswa SMK Al-Khatibiyah

Entri yang Diunggulkan

Gotong Royong Membersihkan Lapangan Voli Bersama Warga dan Mahasiswa KKN 74

Kegiatan Gotong royong bersama Warga Setempat Olahraga voli merupakan olahraga yang banyak digemari oleh banyak masyarakat indonesia ...

Senin, 14 Januari 2019

Gotong Royong Membersihkan Lapangan Voli Bersama Warga dan Mahasiswa KKN 74

Kegiatan Gotong royong bersama Warga Setempat

Olahraga voli merupakan olahraga yang banyak digemari oleh banyak masyarakat indonesia begitu juga dengan masyarakat di Desa Patereman. Setiap sore pemuda dan masyarakat selalu melakukan latihan voli bersama, latihan tersebut dilakukan untuk mempersiapkan pemain untuk mengikuti kompetisi-kompertisi yang biasanya diselenggarakan. Namun latihan tersebut tidak terbatas hanya untuk persiapan kompetisi saja tetapi juga sebagai sarana hiburan masyarakat. Desa Patereman memiliki banyak atlit voli yang berbakat hal ini dibuktikan dengan seringnya menjuarai beberapa kejuaraan lokal kecamatan hingga kabupaten.
Oleh sebab itu kami mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) tematik mandiri 74 UTM sangat mengapresiasi kegiatan latihan voli tersebut dengan melaksanakan gotong royong bersama masyarakat sekitar untuk membersihkan dan merawat lapangan voli yang ada di Dusun Kedungdung, Desa patereman, Minggu (11-01-2019).
            Mahasiswa bersama warga setempat membersihkan rumput liar yang merambat masuk ke sekitar lapangan dengan menggunakan peralatan yang ada seperti arit, cangkul, pecok, dan sapu. Rumput yang menjalar tersebut mengganggu aktivitas atlit dalam berlatih sehingga perlu dibersihkan.
            Diharapkan dengan adanya kegiatan gotong royong untuk merawat dan membersihkan lapangan voli, atlit menjadi lebih semangat dalam berlatih sehingga dapat terus meraih dan mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Selain itu lapangan menjadi lebih indah untuk dipandang.

            Dari pihak pihak warga mengaku senang dan mengapresiasi kegiatan gotong royong bersama mahasiswa KKN 74, seperti yang telah diujarkan oleh Bapak Suwito bahwa “kegiatan ini bagus sekali, kegiatan ini dapat menambah silaturahmi antara mahasiswa dengan warga begitu pula warga dengan warga”.

Senin, 13 Agustus 2018

Pameran Onlie KKN 98 Desa Petereman Kecamatan. Modung Kabupaten Bangkalan

Pameran Onlie KKN 98 Desa Petereman Kecamatan. Modung Kabupaten Bangkalan
Program Kerja Utama kelompok KKN 98 adalah membuat bakso lele dan turi crunchy. Di Desa Patereman memiliki banyak pohon turi dan juga memiliki perkumpulan sesama peternak lele. Untuk merealisasikan proker ini, kami mengadakan kumpulan dengan ibu-ibu PKK Kecamatan Modung.
Bahan yang digunakan dalam pembuatan turi crunchy ialah tepung terigu, tepung tapioka, ketumbar, bawang putih, telur, garam, dan bumbu rahasia yang menjadikan produk ini memiliki cita rasa yang berbeda. Tentunya kembang turinya langsung dipetik dari Desa Patereman. Setelah itu kelompok kami memanfaatkan ikan lele untuk membuat bakso. Tak perlu khawatir karena takut amis karena untuk menyiasati hal tersebut kami menggunakan bawang goreng dan daun bawang. Soal rasa tidak perlu diragukan lagi, tak kalah enak dengan bakso sapi.


Selasa, 07 Agustus 2018

KOLABORASI KKN 98 DAN IBU PKK DALAM MENGOLAH SAMPAH


Kolaborasi KKN 98 dan Ibu PKK dalam Mengolah Sampah


       Kegiatan Pengolahan Sampah Organik (Rayunita W.P)

BANGKALAN - Selasa (7/7/2018) kelompok KKN 98 Universitas Trunojoyo Madura melakukan kegiatan sosialisasi pengolahan sampah organik dan anorganik di kediaman Ibu Nur, Dusun Kedungdung, Desa Patereman, Kecamatan Modung.
Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari salah satu program kerja (proker) KKN 98 yaitu sosialisasi lingkungan dan wisata. Ibu-ibu PKK Kecamatan Modung yang menjadi audien dari sosialisasi saat itu meminta kepada kelompok KKN 98 untuk mempraktikkan bentuk dari pemanfaatan sampah yang berada di sekitar daerah Desa Patereman.
Dalam kegiatan ini, kelompok KKN 98 membuat gantungan kerudung dengan memanfaatkan gantungan baju (hanger) bekas, dan lingkaran dari air gelas sebagai bahan utamanya. Membuat tempat penyimpanan barang kecil dengan memanfaatkan botol plastik bekas. Terakhir membuat lampion dengan menggunakan tutup botol bekas sebagai bahan utamanya. Sedangkan untuk sampah organik, kelompok KKN 98 membuat kompos dengan menggunakan daun segar, kotoran sapi, EM4, gula, dan air sebagai bahan utamanya.
Diharapkan dalam kegiatan ini dapat dimanfaatkan dan berguna untuk warga Desa Patereman untuk membuka usaha sendiri sehingga dapat meningkatkan perekonomian mereka. Selain itu, semoga dengan adanya kegiatan ini bisa membuat keadaan lingkungan Desa Patereman menjadi lebih bersih. (RWP)

UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN WARGA DESA PATEREMAN TENTANG KEBERSIHAN LINGKUNGAN


Upaya Meningkatkan Kesadaran Warga Desa Patereman Tentang Kebersihan Lingkungan


 Kegiatan Sosialisasi Sadar Lingkungan (Wardatul Hamrok)

BANGKALAN – Menjaga kebersihan adalah suatu keharusan untuk setiap manusia. Baik menjaga kebersihan diri sendiri maupun kebersihan lingkungan. Dengan menjaga kebersihan akan memberikan kenyamanan untuk diri sendiri dan untuk lingkungan disekitar juga.
Persoalan sampah sudah menjadi masalah umum di setiap kota. Tak terkecuali di Modung, tepatnya di Desa Patereman. Begitu banyak sisa-sisa bungkus makanan dan minuman yang ada di pinggir laut. Hal tersebut terjadi karena kebiasaan warganya yang membuang sampah ke laut. Asal sampah bisa berasal dari pemukiman penduduk,  dari tempat-tempat umum, kegiatan perdagangan, dan lain-lain, serta bisa juga berasal dari sampah kiriman kota lain.
Maka dari itu,untuk menyadarkan hal tersebut pada Hari Minggu (29/07/2018) pukul 15.00 WIB, kelompok KKN 98 Universitas Trunojoyo Madura melakukan sosialisasi kebersihan lingkungan dengan tema “Sadar Lingkungan dan Wisata” di rumah Bapak Hj Anas.
Dimana dalam acara sosialisasi tersebut kelompok KKN 98 mencoba memberikan solusi dan pencerahan bahwa dari sampah juga bisa digunakan untuk menghasilkan pendapatan sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga. Seperti dari sampah organik dapat dimanfaatkan untuk membuat kompos. Sampah anorganik dapat di daur ulang menjadi suatu produk yang baru yang memiliki nilai jual, dan pinggir laut juga bisa disulap menjadi tempat wisata yang instagramable. (RWP)

LELAH MENJADI LILLAH ALA KKN 98

Lelah Menjadi Lillah Ala KKN 98


 Kegiatan Gerakan Bersih Masjid (Rayunita W.P)

BANGKALAN – Rabu (25/07/2018), pukul 08.00 WIB, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 98 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sedang melakukan program kerjanya yaitu Gerakan Masjid Bersih di Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan tersebut dilakukan di 10 masjid yang berada di Desa Patereman. Kelompok KKN 98 mengadakan program kerja (proker) ini bertujuan untuk lebih mendekatkan antara anak-anak KKN 98 dengan masyarakat Modung, khususnya warga Desa Patereman. Selain itu, kegiatan ini dilakukan agar memberikan kenyamanan dan ketertarikan kepada warga Desa Patereman untuk beribadah di masjid.
“Proker ini sangat bagus, bisa dilihat langsung oleh warga sekitar. Pertama kalinya ada program kerja bersih-bersih masjid yang dilakukan oleh anak-anak KKN di desa ini. Bekerja sambil beramal”. Ujar Bapak Hj. Anas selaku wali kepala Desa Patereman. (RWP)

Selasa, 24 Juli 2018

MENGOLAH LELE DAN KEMBANG TURI MENJADI CEMILAN SEJUTA UMAT

Mengolah Lele dan Kembang Turi Menjadi Cemilan Sejuta Umat

       Kompak, anggota KKN 98 mempraktekkan membuat crunchy turi dan bakso lele (Fery Wahyu S.R)
BANGKALAN – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan yang bersifat wajib bagi mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang menempuh program pendidikan S1. KKN Tematik pada semester genap ini bertemakan “Membangun Kemandirian Masyarakat Madura melalui Pembangunan Pangan dan Pariwisata”. Dengan tema tersebut diharapkan dapat membuat desa yang ditempati KKN akan semakin maju dalam segi pangan maupun pariwisata.
Di dalam kegiatan KKN, setiap kelompok harus memiliki proker yang bertujuan untuk memajukan nama desa dengan memanfaatkan apapun yang berasal dari desa itu sendiri. Salah satu proker dari kelompok KKN 98 ialah membuat Turi Crunchy dan Bakso Lele Frozzen. Desa Patereman memiliki banyak pohon turi dan juga memiliki perkumpulan sesama peternak lele. Untuk merealisasikan proker ini, kami mengadakan kumpulan dengan ibu-ibu PKK Kecamatan Modung pada hari Selasa (24/07/2018) di kantor Kecamatan Modung.
Bahan yang digunakan dalam pembuatan turi crunchy ialah tepung terigu, tepung tapioka, ketumbar, bawang putih, telur, garam, dan bumbu rahasia yang menjadikan produk ini memiliki cita rasa yang berbeda. Tentunya kembang turinya langsung dipetik dari Desa Patereman. Setelah itu kelompok kami memanfaatkan ikan lele untuk membuat bakso. Tak perlu khawatir karena takut amis karena untuk menyiasati hal tersebut kami menggunakan bawang goreng dan daun bawang. Soal rasa tidak perlu diragukan lagi, tak kalah enak dengan bakso sapi. “rasa bakso lelenya mantap dan tidak berbau amis” demikian ujar Bu Ainul Ghufron selaku ibu Camat Modung.

MENYEIMBANGKAN PENDIDIKAN DUNIAWI DAN UKHROWI


Menyeimbangkan Pendidikan Duniawi dan Ukhrowi
               
Pendidikan duniawi untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman (Wardatul Hamrok)

BANGKALAN – Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap orang. Dengan adanya pendidikan, masyarakat dimanapun bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Bukan hanya menyesuaikan, seseorang bisa mengubah dunia. Namun dengan kemajuan pendidikan duniawi jangan sampai melupakan pendidikan ukhrowi yang tak kalah pentingnya.
Terlebih dengan budaya orang tua Madura yang menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah madrasah. Setelah itu dilanjutkan untuk mengaji. Seperti yang dilakukan oleh kelompok kami yang memberikan pendidikan duniawi sekaligus pendidikan ukhrowi kepada anak-anak desa Patereman, Modung (23/7/18). Dimulai dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIB di sekolah. Lalu dilanjut pukul 15.30 hingga 16.30 WIB di posko kami. Dengan tambahan waktu belajar saat sore hari diharapkan dapat meningkatkan daya ingat mereka dengan ilmu yang di dapat di sekolah tadi pagi. Saat waktu maghrib tiba, kamipun mengajak mereka untuk solat maghrib berjamaah. Dengan begitu, kami mengajarkan mereka bahwa pendidikan ukhrowi tak kalah pentingnya dengan pendidikan duniawi. Jika sekuat tenaga mendalami pendidikan duniawi maka sekuat tenaga pula untuk mendalami pendidikan ukhrowi.
Sholat berjamaah sebagai media pendidikan ukhrowi (Ana Al Maidah)