SDN Patereman 01

Foto Bersama Kepala Sekolah SDN Patereman 01

Posyandu Patereman

Kegiatan Mahasiswa KKN Kelompok 16 di Posyandu Patereman

Posyandu Patereman

Kegiatan Aktif Posyandu

Posyandu Patereman

Foto Bersama dengan Dokter Posyandu Patereman

SMK Al-Khatibiyah

Program Kerja Pembuatan Game ke Siswa SMK Al-Khatibiyah

Selasa, 07 Februari 2017

MALAM INAGURASI (PROGRAM KERJA PENDUKUNG)

Malam Inagurasi merupakan malam puncak dari serangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh suatu oraganisasi. Program ini diaksanakan untuk merayakan suatu kegiatan atau rasa syukur karena berbagai rangkaian kegiatan atau agenda sudah diaksanakan dengan baik.
Malam inagurasi ini dilaksanakan sebagai wujud rasa terimakasih dan sekaligus perpisahan kelompok KKN 16 Universitas Trunojoyo Madura di desa Patereman kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat dan juga kelompok KKN 16 untuk dapat berkumpul dan saling berbaur menjadi satu di pusat pemerintahan desa Patereman. Dengan diadakannya malam ingurasi diharapakan dapat menjadi kegaiatan yang dapat menjadi media mempererat hubungan masyarakat dengan kelompok KKN 16 dan juga nantinya seluruh kegiatan yang sudah terlaksana oleh kelompok KKN 16 dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat desa Patereman.

Sasaran: Masyarakat desa Patereman sendiri baik dari para pejabat pemerintah, para sesepuh, para kiyai, para pemuda dan juga anak – anak. Supaya nantinya semua elemen masyarakat tersebut bisa saling menjalin kekerabatan dan memperat komunikasi antar sesama.

Metode: Melalui acara tasyakuran dan hiburan–hiburan.

Media: Panggung inagurasi, hadiah.

Uraian Kegiatan: Malam inagurasi diisi dengan acara pengajian, tasyakuran serta perpisahan dari peserta kkn di desa Patereman dengan masyarakat di desa Patereman. Acara tersebut dihadiri oleh para aparat desa, tokoh ulama, koramil, UPT, warga masyarakat desa Patereman, guru SD Patereman 01, guru SMK AL- Khatibyah, murid SD Patereman 01, dan undangan lainnya. Acara dilakukan dengan sambutan-sambuatan, tausiyah dari bapak KH. Muklis Muhsin, kata terimakasih dari kelompok 16 kkn akan segala fasilitas yang diberikan selama kkn berlangsung serta dilanjutkan dengan ramah tamah dan pemberian kenang-kenangan dari kami ke kepala desa Patereman.

Jadwal Pelaksanaan: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2017

Panitia Pelaksana:     Penanggung Jawab       : Febryan R
Anggota                       : Semua Anggota kelompok 16
Dokumentasi                : Agung Wicaksono

Pengeluaran Kegiatan: (Terlampir)

Hasil Kegiatan: Silahturahmi  dengan  masyarakat  serta  perpisahan  ke  semua  warga  desa Patereman.

Kendala yang dihadapi: Acara mundur satu jam sebab bapak KH. Muklis Muhsin masih menghadiri acara dilain tempat.


Cara Mengatasi: Diisi dengan ramah tamah terlebih dahulu agar acara tidak membosankan pada saat menunggu KH. Muklis Muhsin datang.

TONG SAMPAH RAMAH LINGKUNGAN (PROGRAM KERJA PENDUKUNG)

Uraian Kegiatan: Kegiatan ini dilakukan supaya warga di Desa Paterman membuang sampah pada tempatnya. Tong sampah tersebut di distribusikan di berbagai tempat seperti di daerah kedundung dan sekitarnya. Pada dasarnya kegiatan ini dilakukan agar masyarakat peduli akan kebersihan lingkungan. Tong sampah dibagi kedalam 5 titik  yaitu  kepala desa  Patereman, Koramil,  Kantor  Kecamatan,  SMK  AL- Khatibiyah, dan Masjid didekat kantor desa Patereman.

Jadwal Pelaksanaan: Dilaksanakan pada waktu minggu ketiga.

Panitia Pelaksana:     Penanggung Jawab        : Faisol
Anggota                        : Dedy
   Mohammad Hasan Mubaroq
   Rofiyanto
Dokumentasi                 : Agung Wicaksono

Pengeluaran Kegiatan: (Terlampir)

Hasil Kegiatan: Tong sampah dibagikan ke dalam lima titik yaitu kepala desa Patereman, Koramil, Kantor Kecamatan, SMK AL-Khatibiyah, dan Masjid didekat kantor desa Patereman. Warga dapat membuang sampah dengan mudah serta tidak terjadi penumpukan sampah di sembarang tempat.

Kendala yang dihadapi: Terjadi kurang pemerataan tong sampah disebabkan oleh minimnya dana.

Cara Mengatasi: Menjelaskan kepada warga sekitar agar memiliki tong sampah di setiap depan rumah agar kebersihan tetap terjaga.


PENGAJARAN BAHASA INGGRIS (PROGRAM KERJA PENDUKUNG)

Menurut Driyakarya, pendidikan merupakan upaya memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf insan. Amir (2009:2) menyatakan “Dunia pendidikan, merupakan pangkal dari suatu proses pendidikan formal yang berkelanjutan. Pendidikan memerlukan adanya peningkatan kualitas untuk merespon perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan kualitas salah satunya dapat dilakukan dengan cara meningkatkan mutu pembelajaran.
Tujuan pendidikan sendiri yaitu meningkatkan potensi peserta didik supaya jadi manusia yang beriman serta bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta jadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab.
Salah satu upaya peningkatan kualitas pendidikan tersebut adalah mengubah paradigma pendidikan. Dalam dunia pendidikan, guru tidak hanya mengajar siswanya saja namun juga mendidik siswanya.
                         

PEMBUATAN PAPAN NAMA DESA (PROGRAM KERJA PENDUKUNG)

Papan nama desa merupakan media pengenalan suatu wilayah yang bisa menunjukkan batas wilayah ataupun penanda telah memasuki desa baru. Selain itu papan nama desa juga bisa bermanfaat sebagai ikon atau simbol yang mampu menarik orang lain ataupun  wisatawan lokal maupun asing dalam menikmati budaya ataupun hasil daerah di desa tersebut.
Oleh karena itu, kami membuat program pembuatan papan nama desa ini agar masyarakat luar dapat mengetahui tepatnya dimana lokasi desa ini agar desa ini mampu menarik masyarakat luar dalam hal memenuhi ekonomi masyarakat didesa tersebut sehingga potensi asli dari desa ini mampu dinikmati pula oleh masyarakat lainnya tidak hanya masyarakat lokal dari pulau madura itu sendiri.
                             

DAUR ULANG BARANG BEKAS DAN PEMBUATAN MAWAR FLANEL (PROGRAM KERJA PENDUKUNG)

Bahan bekas yaitu bahan-bahan yang telah tidak terpakai atau tidak dibutuhkan oleh pemiliknya namun belum tentu barang tersebut tidak bias digunakan lagi. Biasanya alasan orang tidak menggunakannya lagi karena mereka sudah bosan atau ingin membeli yang baru. Namun, dari barang bekas tersebut bisa dimanfaatkan kembali menjadi barang yang berharga seperti membuat tas dari bungkus snack, sabun cuci (berbahan plastik) dan lainnya atau kerajinan-kerajinan yang lain sehingga bisa dijadikan pemasukan keuangan bagi masyarakat dengan menjual hasil dari kerajinan tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir tumpukan-tumpukan sampah yang ada serta memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Desa Patereman.
                            

BROWNIES SAWO (PROGRAM KERJA UTAMA)

Desa Patereman merupakan desa penghasil buah sawo di kecamatan Modung Bangakan. Rasa buah sawo yang manis membuat buah ini banyak penggemarnya. Rasa manis ini disebabkan kandungan gula dalam daging buah dengan kadar 16-20 persen. Bukan hanya gula, dalam daging buah sawo terkandung pula lemak; protein; vitamin A, B, dan C; mineral besi, kalsium, serta fosfor. Buah sawo memiliki kandungan mineral cukup baik. Kandungan kaliumnya,193 mg/100 g. Sawo juga memiliki kadar natrium, 12 mg/100 g. Perbandingan kandungan kalium dan natrium yang mencapai 16:1 menjadikan sawo sangat baik untuk jantung dan pembuluh darah.
Sawo juga kaya akan vitamin C, yaitu 14,7 mg/100 g. Konsumsi 100 gram sawo dapat memenuhi 24,5 persen kebutuhan tubuh akan vitamin C setiap hari. Vitamin C dapat bereaksi dengan berbagai mineral di dalam tubuh. Vitamin C berperan penting dalam metabolisme tembaga.
Selain itu, konsumsi vitamin C dalam jumlah cukup dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Vitamin C juga dapat berinteraksi dengan berbagai vitamin lain, seperti vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan.
Buah sawo juga mengandung asam folat, 14 mkg/100 g. Asam folat diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah. Asam folat juga dapat membantu pencegahan terbentuknya homosistein yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Vitamin lain yang juga terkandung pada buah sawo adalah: riboflavin, niasin, B6, dan vitamin A. Meskipun dapat digunakan sebagai sumber vitamin dan mineral, sawo sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena getahnya dikhawatirkan akan mengganggu saluran pencernaan. Buah sawo juga mengandung banyak gula sehingga baik untuk digunakan sebagai sumber energi. Namun, buah ini tidak dianjurkan bagi penderita diabetes melitus karena dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. (http://kesehatan.kompas.com/read/2010/07/19/0900293/Buah.Sawo.Baik.untuk.Jantung
Maka dari itu kami memiliki inovasi memanfaatkan buah sawo sebagai campuran brownies. Brownis ini baik untuk kesehatan disebabkan oleh sawo yang terdapat kandungan lemak; protein; vitamin A, B, dan C; mineral besi, kalsium, serta fosfor. Dan hasil olahan sawo ini bernilai jual tinggi serta dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat untuk mengembangkan olahan dari buah sawo.
                                  

Sasaran: Sasaran dalam produk ini adalah masyarakat yang ada di desa Patereman Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan. Dengan adanya brownis sawo ini diharapkan masyarakat Patereman dapat mengembangkan usahanya. Jadi, buah sawo yang dijadikan produk kreatif atau produk yang memiliki nilai rupiah dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk yang dapat dipasarkan tidak hanya di wilayah kita sendiri melainkan ke wilayah-wilayah lain.

Media: Dalam pembuatan brownis sawo ini memerlukan bahan – bahan sebagai berikut: (untuk 1 porsi brownis sawo)
1.      75 gram gula pasir
2.      75 gram mentega
3.      170 gram coklat
4.      75 gram terigu
5.      2 butir telur
6.      Buah sawo
7.      Mixer
8.      Baskom
9.      Pengaduk